Rabu, 06 April 2016

DOMAIN NAME SYSTEM



DOMAIN NAME  SYSTEM
Setiap host yang terhubung dengan jaringan TCP/IP akan memiliki pengenal atau alamat berupa IP Address. IP Address ini, baik versi 4 atau versi 6 adalah sekumpulan bilangan desimal atau heksa desimal yang relatif sukar diingat. Kondisi semacam ini dapat menimbulkan masalah bagi pengguna. Apalagi jumlah host di internet sangat banyak.
Cara yang ditempuh untuk mengatasinya yaitu dengan melakukan pemetaan IP Address menjadi hostname. Hostname atau nama host seperti openlab, yahoo.com, mail.or.id lebih mudah dihapalkan daripada angka-angka. Apabila seorang pengguna hendak mengakses server web, dia cukup menulis alamat situnya saja. Misal tsc.muzi.wordpress.com, tidak perlu mengetikan IP Addressnya.
Ada dua cara yang digunakan untuk dapat memetakan seluruh IP Address menjadi hostname, yaitu:
  • Menggunakan file host table
  • Menggunakan server DNS
Cara pertama sudah ada jauh sebelum DNS digunakan. Pada mulanya setiap komputer yang terhubung ke internet wajib memiliki file host table. File ini berisi daftar semua host dan IP address Internet. Contoh isi file ini sebagai berikut:
 WP_20160107_004
Isi file terbagi menjadi 3 kolom atau filed, yaitu:
  • IP address, berisi daftar seluruh IP address
  • Hostname, merupakan pemetaan IP address menjadi nama yang lebih mudah diingat
  • Alias, adalah nama pendek yang merupakan alias hostname
File host table biasanya bernama hosts. Pada sistem unix dan linux file ini diletakkan di direktori /etc, yaitu /etc/hosts. Sedangkan pada windows XP, file host ada di direktori windows, jika berada di data C:\ menjadi C:\WINDOWS\system32\drivers\etc\hosts.
File hosts master atau induk disimpan disebuah server FTP khusus. Agar tidak terjadi perbedaan antara file hosts master dengan file hosts lokal. Administrator jaringan harus selalu mendownloadnya setiap kali ada perubahan entry file hosts master. Cara ini lama-kelamaan menjadi kurang efisien. Ketika internet semakin besar, proses update harus dilakukan cukup sering dan ini akan merepotkan administrator. Belum lagi ukuran file semakin besar, sehingga selama proses download dilakukan menyebabkan traffic meningkat. Jika ada 1000 komputer yang tergabung dengan internet maka akan ada 1000 administrator yang melakukan download dan update file secarra simultan.
Pada tahun1981, munculah ide untuk menggantikan file hosts. Ide ini kemudian dituangkan menjadi sebuah sistem yang disebut DNS (Domain Name System). DNS merupakan sistem penanaman hirarki yang terdistribusi. Pada sistem yang baru ini, tanggung jawab pemetaan IP Address , menjadi hostname akan didistribusikan atau dikelola oleh banyak server. Sedangkan host lain yang dikategorikan sebagai client, cukup meminta informasi dari server DNS “terdekat” saja. Tidak perlu melakukan download file seperti yang terjadi pada file hosts table.
Apabila client tidak memperoleh informasi yang diinginkan dari server “terdekat”, maka server “terdekat” tersebut mencari informasi dari server “tetangganya”. Demikian seterusnya hingga hostsname yang dicari dapat diketahui IP address-nya (atau gagal).
DNS menggunakan prinsip penamaan hostname yang disebut nama domain atau domainname. Struktur DNS berbentuk seperti pohon terbalik, bagian paling atas disebut root (akar). Kemudian dibawah root ada toplevel domainname, second domainname, dan seterusnya.
 WP_20160107_001
Dari gambar diatas dapat dilihat beberapa domainname,
kom2.openlab.net
kom2.openlab.net
kpc.piksi.net
……
Top level domain yang dipakai pada internet adalah singkatan negara (geografis), contoh
ca            Kanada
fr             Perancis
id            Indonesia
jp            Jepang
uk           Inggris
sedangkan di Amerika Serikat, top level domain ditentukan berdasarkan organisasi
com       organisasi komersil
edu        institusi pendidikan
gov         lembaga pemerintahan
net         organisasi pensupport network
org         organisasi lain yang tidak tergolong kelompok diatas
jumlah karakter maksimal yang boleh digunakan sebuah domainname adalah 255 karakter (sudak termasuk karakter titik). Sedangkan jumlah karakter maksimal yang boleh digunakan diantara titil yaitu 63 karakter.

hingga paling bawah, dari root topvel – second level – dan seterusnya. Sampai IP Address yang diinginkan dapat ditemukan atau gagal. Hasil akhirnya akan disampaikan kembali kepada client yang meminta informasi tesebut. Kondisi semacam ini kebih menjamin keandalan dan efisiensi.
Saat ini ada 13 server DNS induk yang disebut root NS. Root NS ini sebagian besar ada di Amerika Serikat. Selain Root NS tentu saja masih banyak server-server DNS yang tersebar di domain-domain. Sebagai contoh, domain openlab.net memiliki sebuah server DNS yang khusus digunakan untuk mengelola hostsname pada domain-nya saja.
Vv

Analisa : Menurut saya, ada salah satu kelebihan DNS  dibandingkan cara lama adalah adanya “pembagian tanggung jawab” oleh bebeerapa buah server DNS. Setiap server hanya peerlu mengelola domain masing-masing. Tidak ada sebuah server yang bertanggung jawab mengelola seluruh domain. Jika sebuah client memerlukan informasi IP Address yang tidak dapat diberikan oleh server yanag ada pada domainnya, maka server akan “men-delegasikan-nya”kepada server lain mengikuti prinsip top down. Artinya proses delegasi akan dimulai dari domain paling atas

FDDI

Fiber Distributed Data Interface (FDDI) adalah salah satu jaringan komputer yang menggunakan fiber optik. FDDI menspesifikasikan teknologi jaringan berkecepatan 100 Mbps dengan menerapkan metode token-passing. FDDI berbeda dengan teknologi token ring yang lama, dengan menerapkan dual ring yang menggunakan kabel fiber optik.
FDDI kebanyakan digunakan sebagai teknologi backbone kecepatan tinggi oleh karena dukungannya untuk penyediaan bandwidth yang lebih besar dari kabel tembaga biasa. FDDI menggunakan arsitektur dual-ring dengan lalu lintas pada tiap ring-nya saling berlawanan arah (counter routing).
Arsitektur dual-ring terdiri dari primary dan secondary ring. Dengan arsitektur demikian, ketika ring primer ada kegalalan maka FDDI masih dapat berfungsi dengan otomatis menggunakan ring secondary. Ring primer adalah ring default yang akan digunakan untuk pengiriman data dan secondary ring akan selalu idle, kecuali dibutuhkan. FDDI dikembangkan oleh American National Standard Institute (ANSI) X3T9.5 pada pertengahan tahun1980an, dan diadopsi oleh International Organization for Standardization (ISO).
Keuntungan system FDDI
  • Keamanan, kabel serat tidak memancarkan gelombang listrik
  • Keandalan, kabel serat relatif kebal terhadap electrical interference dari pengaruh frekuensi radio (radio frekuency interference – RFI) dan elecromagnetic interference (EMI)
  • Kecepatan, kabel serat mendukung lebar pita transmisi data lebih besar daripada kabel tembaga
  • Jarak transmisi lebih jauh, FDDI memungkinkan rentang sepanjang 2 km antarstatiun dengan menggunakan multimode fiber dan dapat lebih panjang lagi jika menggunakan single mode
Spesifikasi FDDI
  • Media Acces Control (MAC), spesifikasi MAC mendefinisikan bagaimana suatu media transmisi di akses, termasuk definisi format frame, penangan token, pengalamatan, algoritma perhitungan cyclic redundancy check (CRC), dan mekanisme error recovery.
  • Physical Layer Protocol (PHY), spesifikasi PHY mendefinisikan prosedur encoding/decoding data, kebutuhan clock, framing dan fungsinya.
  • Physical Medium Dependent (PMD), PMD mendefinisikan karakteristik media transmisi, termasuk sambungan serat kaca, level listrik, bit error rates, komponen optik, dan konektor yang dibutuhkan.
  • Station Management (SMT), spesifikasi SMt mendefinisikan konfigurasi stasiun FDDI, konfigurasi ring, dan kontrol terhadap ring, termasuk penambahan dan pengurangan stasiun baru, inisialisasi, perlindungan terhadap kegagalan dan recovery, penjadwalan, dan koleksi data statistik tentang jaringan FDDI.
Toleransi Kegagalan FDDI
  • Dual Ring, adalah kemampuan utama dari FDDI untuk menangani kegagalan pada jaringannya. Jika sebuah stasiun pada dual ring gagal atau mati, atau kabel rusak, konfigurasi dual ring secara otomatis melakukan wrapped (kembali ke dirinya sendiri) menjadi satu ring. Ketika ring di wrapped, topologi dual ring menjadi topoligi single ring.
  • Ring Recovery after a Station Failure, ketika sebuah stasiun mengalami kegagalan, perlengkapan yang ada dikedua sisinya akan di wrap membentuk ring tunggal. Operasi jaringan akan dilanjutkan kembali untuk stasiun yang masih terhubung pada ring.
  • Ring Recovery after a Cable Failure, ketika kabel mengalami kegagalan, peralatan yang berada dikedua ujungnya akan melakukan wrap dan kemudian jaringan beroperasi kembali.
  • Ring Recovery after Multiple Faults, ketika dua atau lebih kegagalan terjadi, ring FDDI dibagi menjadi dua atau lebih ring yang independen yang tentu saja tidak memungkinkan satu ring dengan ring lainnya saling terinterkoneksi.

Kelebihan & Kelemahan Integrated Circuit

Kelebihan & Kelemahan Integrated Circuit 
  Integrated Circuit (IC) atau Sirkuit Terpadu merupakan Komponen penting dalam setiap Peralatan Elektronika. Hampir setiap peralatan Elektronika menggunakannya. Pada Zaman sekarang,
peralatan Elektronika yang canggih seperti Handphone,  Komputer, Audio/Video Player, Televisi, Kamera Digital, Konsol Game dan Tablet PC  sudah tidak lepas dari penggunaan IC (Integrated Circuit) sebagai Komponen Utamanya.
ALT

Sebagai salah satu contohnya, Integrated Circuit (IC) merupakan komponen Elektronika yang hanya dapat beroperasi di tegangan yang rendah (misalnya 5V ataupun 12V). Oleh karena itu, jika sumber tegangannya lebih tinggi daripada yang ditentukan, maka diperlukan Adaptor ataupun rangkaian khusus untuk menurunkan tegangan dan arus listriknya. Pada umumnya, kita dapat menemukan Adaptor sebagai penurun tegangan pada Laptop ataupun Handphone, Power supply yang mengkonversikan tegangan 220V agar dapat menyediakan sumber tegangan 5V untuk Motherboard dan Processor Komputer. Disamping itu, kita juga dapat menemukan banyak komponen Elektronika pendukung lainnya disekitar Komponen IC (Integrated Circuit) yang salah satu fungsinya adalah untuk memberikan sumber tegangan dan arus yang cocok untuk mengoperasikan IC.

Berikut ini adalah beberapa Kelebihan dan kelemahan Integrated Circuit atau IC :

Keunggulan / kelebihan Integrated Circuit (IC)

  1. Berukuran Kecil
  2. Lebih Ringan
  3. Harga lebih murah  karena dapat diproduksi dalam jumlah yang banyak dan serentak dalam 1 (satu) wafer.
  4. Lebih handal karena tidak memerlukan hubungan solder dan interkoneksi yang sangat sedikit di dalam Internal komponen IC
  5. Mengkonsumsi daya listrik yang lebih kecil, hal ini dikarenakan ukuran IC yang kecil sehingga pemakaian daya listrik pun lebih kecil.
  6. Lebih mudah diganti dan troubleshooting (perbaikan) jika terjadi kerusakan pada rangkaian Elektronika
  7. Cocok untuk operasi sinyal rendah
  8. Dapat melakukan fungsi yang lebih kompleks dan rumit.
Keterbatasan / kelemahan Integrated Circuit (IC)


  1. Tidak dapat menghasilkan daya yang tinggi
  2. Hanya dapat beroperasi di tegangan rendah
  3. Memerlukan penanganan yang lebih hati-hati, IC tidak tahan terhadap penanganan yang kasar serta sangat sensitif dengan Electrostatic Discharge (ESD).
  4. Tidak tahan terhadap Suhu yang tinggi. Oleh karena itu, memerlukan ventilasi ataupun kipas dan Heatsink untuk membantu menurunkan suhu di sekitar IC.
  5. Tidak tahan terhadap tegangan tinggi yang berlebihan (Toleransi Tegangan sangat kecil dan terbatas) karena dapat merusak komponen internal IC. Untuk mengetahui Karakteristik ataupun tegangan IC yang cocok, diperlukan Datasheet dari Produsen IC dalam merancang (design) Rangkaian Elektronika.
  6. Memerlukan koneksi luar ke komponen Induktor dan Transformator (Trafo) untuk melakukan fungsi-fungsi yang berkaitan dengan Induksi dan Elektromagnetik. Hal ini dikarenakan Teknologi IC saat ini belum memungkinkan untuk meng-integrasi-kan Induktor dan Transformator ke dalam Internal IC.
  7. Memerlukan koneksi luar ke komponen Kapasitor untuk nilai kapasitansi yang lebih dari 30pF
Analisa: Meskipun memiliki banyak kelebihan dan memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan Teknologi dan industri Elektronika, Integrated Circuit atau IC juga memiliki berbagai keterbatasan ataupun kelemahan yang tentunya memerlukan Komponen Elektronika lainnya sebagai pendukung agar Rangkaian yang dirancang tersebut memenuhi kebutuhan dan fungsi yang diinginkan.


Mouse Wirelass

Mouse Wireless

Mouse wireless merupakan piranti keras yang digunakan untuk memberikan input kedalam komputer berupa intruksi atau perintah yang digunakan untuk menjalankan serta mengerakan cursor pada komputer, namun pada Mouse Wireless ini tidak menggunakan kabel penyambung antara komputer dengan mouse seperti halnya pada mouse pada umumnya.
Mouse Wireless Si Tetikus Canggih merupakan sebutan artikel ini untuk mouse yang telah dirancang modern sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin laju dengan adanya teknologi yang semakin canggih dan instan. Mouse ini telah dibuat dan diciptakan dengan frekuensi penghubung tanpa kabel, seperti hanya cara kerja system gelombang pada radio, yang memanfaatkan gelombang elektromegnetik untuk menghubungkan radio ke berbagai kota dengan jarak tertentu.

Mouse Wireless
Mouse Wireless
Mouse ini juga dibuat sangat fleksible dan simple, tidak perlu menggunakan kabel sebagai media penghubungnya. Hanya cukup dengan dua komponen yang berperan sebagai media penghubungnya yaitu mouse sebagai media penerima gelombang dan komponen yang menancap pada laptop ataupun CPU adalah sebagai penghantar gelombang radio, mouse wireless ini juga dapat dikatakan sebagai gelombang yang digunakan untuk Bluetooth untuk menyampaikan frekuensi gelombang pada si penerima.
Dalam penggunakan mouse wireless pastilah seseorang pernah merasakan beberapa keuntungan yang didapatnya tapi juga pastinya merasakan kekurangan yang ada ketika memiliki mouse wireless.
nah berikut ini akan saya ulas beberapa keuntunga yang bsa didapatkan juga kekurang setelah memilikinya.
Keuntungan dari Mouse Wireless :
  1. yang pertama ini tentunya mouse wireless merupakan perangkat keras atau hardware yang memiliki sisi fleksible dan memiliki kestabilan dalam memancarkan gelombang untuk dikirimkan kepada si penerima.
  2. mouse wireless jika digunakan dalam hal bekerja, mouse jenis ini sangat nyaman digunakan, tidak perlu rumit dengan kabel, dan dapat dengan mudah dibawa kemana-mana sekalipun ditempat yang kecil dan sempit, berbeda dengan menggunakan mouse berkabel, jika tidak sesuai penempatan kabelnya lalu kabel diletakan sembarangan tanpa ditata rapih terlebih dahulu, akan mengganggu tembaga yang ada didalamnya.
  3. menggunakan mouse wireless ini juga dapat dipakai dengan jarak yang dikehendaki users, bahkan dapat digunakan hingga berjarak 5 meter lebih dengan batas normal yang ditentukan.
  4. Pemakaian mouse wireless lebih mudah digunakan, tidak perlu merasa risih atau tidak nyaman lagi karena keberadaan kabel yang terkadang mengganggu ruang gerak kita.
Mouse memang sebuah piranti keras yang terbilang sudah popular, bahkan wajib dibeli ketika anda telah mempunyai komputer, bisa dikatakan komputer mouse dan keyboard merupaka satu paket untuk melakukan operasi komputer pada umumnya. Oleh karena itulah semakin perkembangan zaman yang tidak terbatas oleh waktu, tempat dan jarak, semua teknologi hampir bisa dikatakan sebagai teknologi yang semakin mempermudah pekerjaan, apalagi mouse yang tidak berkabel/ nirkabel ini telah menjadi tren teknologi yang sangat pesat penyebarannya serta popular dikalangan masyarakat.

Selasa, 05 April 2016

tugas no 2

CONTOH FUNGSI BAHASA SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI

Sejak kecil, kita sudah mempelajari bahasa secara sendiri, tanpa ada yan mengajari. Kita bisa belajar sedikit demi sedikit. Bahasa yang dituliskan ataupun yang dilafalkan pasti memiliki makna. Melalui bahasa kita dapat menuangkan ide atau gagasan yang kita pikirkan.Bahasa merupakan dasar segala kegiatan yang kita lakukan.
Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.
1. Pengertian Bahasa
Menurut Gorys Keraf (1997 : 1), Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada yang keberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi tadi mengandung banyak segi yang lemah.
2. Ciri Bahasa
Ciri-ciri dari bahasa adalah:
a.Sistematik.
b.Arbiter.
c.Vokal.
d.Bermakna.
e.Komunikatif.
f.Adadimasyarakat.
Fungsi bahasa dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu fungsi bahasa secara umum dan secara khusus
A. Fungsi bahasa secara umum
- Sebagai alat untuk berkespresi
Contohnya;mampu menggungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan.
Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada dan pikiran kita, sekurang-kurangnya dapat memaklimkan keberadaan kita. Misalnya seperti seorang penulis buku, mereka akan menuangkan segala seseuatu yang mereka pikirkan ke dalam sebuah tulisan tanpa memikirkan si pembaca, mereka hanya berfokus pada keinginan mereka sendiri.
Sebenarnya ada 2 unsur yang mendorong kita untuk mengekspresikan diri, yaitu:
(1) Agar menarik perhatian orang lain terhadap kita;
(2) Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi.
- Sebagai alat komunikasi
Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita (Gorys Keraf, 1997 : 4). Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain.
Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan dan pemikiran yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli atau menanggapi hasil pemikiran kita. Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita.
Pada saat kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, antara lain kita juga mempertimbangkan apakah bahasa yang kita gunakan laku untuk dijual. Oleh karena itu, seringkali kita mendengar istilah “bahasa yang komunikatif”. Misalnya, kata makro hanya dipahami oleh orang-orang dan tingkat pendidikan tertentu, namun kata besar atau luas lebih mudah dimengerti oleh masyarakat umum..Dengan kata lain, kata besar atau luas,dianggap lebih komunikatif karena bersifat lebih umum. Sebaliknya, kata makro akan memberikan nuansa lain pada bahasa kita, misalnya, nuansa keilmuan, nuansa intelektualitas, atau nuansa tradisional.
Contohnya : Kata griya, misalnya lebih sulit dipahami dibandingkan kata rumah atau wisma. Dengan kata lain, kata besar, luas, rumah, wisma, dianggap lebih komunikatif karena bersifat lebih umum.
 

Tugas 1

Contoh Menggunakan Bahasa Indonesia Secara baik dan benar

  1. Contoh menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan benar
Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan bahasa yang baku.
Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.
Misalkan dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku Contoh :
  • Apakah kamu ingin menyapu rumah bagian belakang ?
  • Apa yang kamu lakukan tadi?
  • Misalkan ketika dalam dialog antara seorang Guru dengan seorang siswa
    • Pak guru : Rino apakah kamu sudah mengerjakan PR?
    • Rino : sudah saya kerjakan pak.
    • Pak guru : baiklah kalau begitu, segera dikumpulkan.
    • Rino : Terima kasih Pak
Kata yang digunakan sesuai lingkungan sosial
Contoh lain dari pada Undang-undang dasar antara lain :
Undang-undang dasar 1945 pembukaan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perkeadilan.
Dari beberapa kalimat dalam undang-undang tersebut menunjukkan  bahasa yang sangat baku, dan merupakan pemakaian bahasa secara baik dan benar.
Contoh lain dalam tawar-menawar di pasar, misalnya, pemakaian ragam baku akan menimbulkan kegelian, keheranan, atau kecurigaan. Akan sangat ganjil bila dalam tawar -menawar dengan tukang sayur atau tukang becak kita memakai bahasa baku seperti ini.
(1)   Berapakah Ibu mau menjual tauge ini?
(2)   Apakah Bang Becak bersedia mengantar saya ke Pasar Tanah Abang dan berapa ongkosnya?
Contoh di atas adalah contoh bahasa Indonesia yang baku dan benar, tetapi tidak baik dan tidak efektif karena tidak cocok dengan situasi pemakaian kalimat-kalimat itu. Untuk situasi seperti di atas, kalimat (3) dan (4) berikut akan lebih tepat.
(3)   Berapa nih, Bu, tauge nya?
(4)   Ke Pasar Tanah Abang, Bang. Berapa?
Misalkan perbedaan dari bahasa indonesia yang benar dengan bahasa gaul
Bahasa Indonesia Bahasa Gaul (informal)
Aku, Saya Gue
Kamu Elo
Di masa depan kapan-kapan
Apakah benar? Emangnya bener?
Tidak Gak
Tidak Peduli Emang gue pikirin!
Dari contoh diatas perbedaan antara bahasa yang baku dan non baku  dapat terlihat dari pengucapan dan dari tata cara penulisannya. Bahasa indonesia baik dan benar merupakan bahasa yang mudah dipahami,  bentuk bahasa baku yang sah agar secara luas masyarakat indonesia berkomunikasi menggunakan bahasa nasional. Contoh pada
“Kami, putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”, demikianlah bunyi alenia ketiga sumpah pemuda yang telah dirumuskan oleh para pemuda yang kemudian menjadi pendiri bangsa dan negara Indonesia. Bunyi alenia ketiga dalam ikrar sumpah pemuda itu jelas bahwa yang menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia adalah bahasa Indonesia. Kita sebagai bagian bangsa Indonesia sudah selayaknya menjunjung tinggi bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Paragraph dibawah ini cuplikan gaya bahasa yang dipakai sesuai dengan EYD dan menggunakan bahasa baku atau bahasa ilmiah bukan kata popular dan bersifa objektif, dengan penyusunan kalimat yang cermat.
Dalam paradigma profesionalisme sekarang ini, ada tidaknya nilai informative dalam jaring komunikasi ternyata berbanding lurus dengan cakap tidaknya kita menulis. Pasalnya, selain harus bisa menerima, kita juga harus mampu memberi. Inilah efek jurnalisme yang kini sudah menyesaki hidup kita. Oleh karena itu, kita pun dituntut dalam hal tulis-menulis demi penyebaran informasi. Namun persoalannya, apakah kita peduli terhadap laras tulis bahasa kita. Sementara itu, yakinilah, tabiat dan tutur kata seseorang menunjukkan asal-usulnya, atau dalam penegasan lain, bahasa yang kacau mencerminkan kekacauan pola pikir pemakainya. Buku ini memperkenalkan langkah-langkah pragmatic yang Anda perlukan agar tulisan Anda bisa tampil wajar, segar, dan enak dibaca

https://vhi3y4.wordpress.com/contoh-menggunakan-bahasa-indonesia-secara-baik-dan-benar/